![]() |
|
precious moment!
Sunday, November 8, 2009 Kemarin, Sabtu 7 November 2009 adalah hari paling menyenangkan sepanjang minggu. Kenapa bisa begitu? Soalnya kemarin adalah final bulu tangkis antara tim Sanur dan tim St. Peter. Dan ternyata, ke-4 rekan sesama pengikut ekskul bulu tangkis Sanur, yaitu Debby, Shienny, Tesa, dan Andrea berhasil membawa pulang piala juara 1. Sebagai salah satu anggota ekskul bulu tangkis, gue juga turut bahagia. Karena gue tau ke-4 anak ini berlatih cukup keras untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti pertandingan. Dan hasilnya nggak sia-sia. Meski ini baru awal, karena selanjutnya masih ada pertandingan-pertandingan yang harus dihadapi dan diikuti, tapi semoga kemenangan ini bisa menjadi motivasi buat yang lainnya, supaya tim bulu tangkis Sanur bisa lebih bagus lagi. Ayo semangat semuanya!!! curhatan maltal berakhir disini FARRANTOPHIA
Monday, October 26, 2009 Farrantophia adalah sebuah ksiah cinta biasa antara dua insan muda yang masih terbawa gejolak masa muda mereka. Adalah seorang remaja putri berusia 17 tahun, bernama Kinar Mahendra yang jatuh hati pada seorang musisi muda yang baru naik daun bernama Anindyo Farrant Bagaskoro. Pertemuan keduanya berawal dari layar televisi, dimana Kinar tak sengaja menyaksikan kemahiran Farrant dalam memetik senar gitar-nya. Lagu True Colors yang dibawakan Farrant langsung menyentuh hati Kinar. Dan sejak saat itulah Kinar mulai jatuh hati pada Farrant Akan tetapi rasa cinta yang tumbuh dan berkembang dalam diri Kinar rasanya sulit untuk direalisasikan. Kinar tidak mengenal Farrant. Begitu juga Farrant. Keduanya tak pernah dipertemukan. Keduanya berada pada kehidupan masing-masing. Dan ketika dewi fortuna akhinya berpihak pada keduanya, mungkinkah benih-benih cinta itu tumbuh? Ataukah semuanya akan tetap menjadi angan semata? Farrantophia adalah sebuah kisah cinta biasa. Sebuah kisah sederhana yang hanya ingin bercerita tentang harapan akan cinta. Sebuah kisah tak sempurna tentang pilihan dalam cinta. Dan sebuah kisah tentang realita dan mimpi. curhatan maltal berakhir disini sebuah refleksi diri tentang banyak dan sedikit
Sunday, October 11, 2009 Hari ini aku berkaca pada cermin, memandangi diri yang nampak lesu. Hari ini aku terdiam termangu, menatap langit luas dari balik jendela. Hari ini aku bertanya pada dunia tentang kisah banyak dan sedikit. Hari ini tak ada yang menjawab, semua terdiam tak tahu apa-apa. Banyak dan sedikit, apa sebenarnya yang terjadi? Ada yang bilang sudah banyak, ada yang bilang masih sedikit. Yang banyak tak lagi mau mengeluarkan, yang sedikit masih mau mengeluarkan. Lalu darimanakah kita tahu itu banyak dan sedikit? Darimanakah kita mengerti itu cukup dan belulm cukup? Aku tertegun di depan sebuah lembaran kertas. Bertanya-tanya dalam hati, beri atau tidak. Lalu berpikir berapa yang sudah kutaruh dalam kantung, dan mulai meyakini bahwa sudah banyak. Jadi kutaruh lagi dalam laci lembaran itu. Biar yang sedikit yang taruh dalam kantung kataku lagi. Kini aku terdiam dalam ruangan sempit, sendiri kembali berfikir tentang hal tadi. Apa benar sudah banyak yang keluar? Jangan-jangan hanya aku saja yang egois dan menganggap sudah banyak. Tapi jujur saja sampai sekarang aku tak tahu. Mana yang banyak, mana yang sedikit. Apa batasannya? Tapi satu yang kuyakini besar atau kecil, semuanya harus berasal dari hati, berdasar pada keikhlasan dan kemampuan diri. curhatan maltal berakhir disini Batik Memang Milik KAMI!
Friday, October 2, 2009 curhatan maltal berakhir disini Ketika Semuanya Terjadilah Sudah
Akan tetapi di sisi lain, di sebuah gedung nan elok di bilangan Senayan-Jakarta, ratusan orang yang mengaku wakil rakyat dijamu mewah oleh negara. Dengan total biaya kurang lebih 11 milyar rupiah, para wakil rakyat mengucap janji, diangkat sumpahnya untuk mengabdi. Meski di banyak media para wakil rakyat ini mengaku akan menyumbangkan setengah, seperempat atau mungkin seluruh gaji pertama mereka bagi korban gempa di padang dan sekitarnya , tapi rasanya kok berlebihan bila pelantikan mereka dihargai 11 milyar. Ironis. Sungguh ironis. Mereka berbalut pakaian bagus, rapih, dan tak jarang yang mewah. Tapi rakyatnya tak lagi punya pakaian. Mereka duduk nyaman di bus ber-AC. Tapi rakyatnya tergeletak begitu saja di pinggir jalan, meregang nyawa dibalik timbunan reruntuhan. Mereka makan enak di restoran mewah, sementara rakyatnya kelaparan di jalanan, menanti bantuan yang rasanya tak kunjung datang. Miris aku melihatnya. Ingin berteriak tepat di hadapan wajah mereka, "KEMBALIKAN UANG 11 MILYAR ITU!" Daripada terbuang begitu saja untuk pelantikan yang semestinya bisa dibuat lebih sederhana, lebih baik uang itu disumbangkan untuk korban gempa dan rakyat lainnya yang membutuhkan. Ini baru DPR saja. Bagaimana dengan MPR nanti? Berapa milyar lagi yang harus dikeluarkan untuk mengambil sumpah dan janji mereka yang masih harus dipertanyakan. Terkadang aku tak habis pikir, mengapa semuanya bisa jadi semahal itu? Bukankah yang penting komitmen mereka. Tak perlu mewah, cukup yang sederhana saja. Belum selesai masalah uang 11 milyar yang terbuang di Senayan, kini banyak maskapai penerbangan yang juga ikutan nakal. Menjual harga tiket melebih batas yang ditetapkan. Sudah jatuh tertimpa tangga. Malang betul nasib para perantau asal Minang di Jakarta. Mau tengok sanak saudara yang tertimpa becana saja masih harus dipersulit. Ada apa sebenarnya dengan mereka semua? Tidak bisakah sedikit berbelas kasihan saja? Bantuan pun masih terhambat. Para warga masih terlantar. Seorang ibu terpaksa memberi air putih untuk bayinya, karena bantuan susu belum datang ke lapangan. Tenda untuk tempat tinggal saja masih swadaya. Banyak orang masih tidur di jalanan. Kiranya ini menjadi catatan pemerintah dan kita semua. Bagi pemerintah, janganlah diambil hak mereka itu. Dan bagi kita, masyarakat yang lain berilah dukungan berupa moral maupun material kepada sesama kita. "Ketika semuanya terjadilah sudah Tak ada yang sanggup bicara Tak ada yang sanggup menatap Semuanya terdiam Hanya bisa meratap Dan ketika semuanya terjadilah sudah Kita kembali ingat kepada-Nya " curhatan maltal berakhir disini FRIDAY - O - FRIDAY!
Sunday, September 13, 2009 ![]() Well, gue memang bukan pakar musik, dan gue juga bukan tukang analisis musik yang bagus. Tapi setidaknya sebagai seorang pendengar, gue sedikit banyak punyalah rasa untuk menilai musik. Dan sekarang ini, gue mau sedikit berbagi aja soal perasaan gue atau kesan gue setelah mendengar lagu-lagu di album baru RAN. Setelah album pertama mereka "RAN FOR YOUR LIFE" sukses dipasaran musik Indonesia, RAN kembali hadir dengan album kedua mereka yang berjudul FRIDAY. Album ini berisi 10 lagu, yang 2 diantaranya telah keluar terlebih dahulu sebagai single, yaitu Tunjukkan Cintamu dan Ratu Lebah, dan 8 lainnya merupakan lagu baru. Selain itu di album kedua ini RAN juga berkolaborasi dengan Shila (Tunjukkan Cintamu), Dewi Sandra (Budak Cinta), Andi Rianto (Piano). Nah, setelah kalian tau sedikit info tentang albumnya, biarkan gue mengekspresikan pendapat gue tentang 10 lagu yang ada di album terbaru RAN ini. Kita mulai ya. 1. T.G.I Friday (Thank God It's Friday) Lagu ini emang pas banget ditaruh di track pertama, karena kagu ini enak banget buat didengerin dan fun banget. Apalagi kalo kalian lagi bete dijalanan yang macet, atau kalo lagi bosen di rumah sendirian. Bisa buat joged-joged sendirian dan menghilangkan kepenatan. 2. Karena Kusuka Dirimu Lagunya sedikit lebih chill, maksudnya nggak jingkrak-jingkrakan kayak lagu T.G.I Friday. Overall sih menyenangkan lagu ini, dan cocok buat jadi soundtrack kalian-kalian yang lagi jatuh hati. 3. Tunjukkan Cintamu ft. Shila Lagu yang udah cukup populer. Dan karena udah terlalu sering denger, gue jadi agak bosen dengerinnya, makanya langsung gue skip ke lagu selanjutnya. Tapi pas dulu pertama kali gue denger lagu ini sih gue suka banget. Tapi pas dengerin lagi di album barunya, udah nggak gitu suka lagi. 4. Jadi Gila Ini lagu yang asyik. Musiknya enak, dan suara Rai dan Nino nge-blend banget. Nggak ehran sih kalo lagu ini jadi lagu andalan di album ini. 5. Bosan Ngak seperti judul lagunya itu udah pasti. Lagu ini beat-nya enak loh. Menurutku gue lagunya cukup simple tapi pas. Buat yang lagi BT sama pacarnya, denegrin lagu ini deh, bisa bikin senyum-senyum. 6. GOD Kinda religious. Tapi kalo menurut gue sih ini lagu tanda terimakasih RAN sama peran serta Tuhan dalam karier mereka di dunia musik tanah air. Disini Rai lebih berperan sih kalo menurut gue. Kinda RAP all the way XD 7. Budak Cinta ft. Dewi Sandra Hem, ini lagu yang gue kurang suka di albuk kedua RAN. Menurut gue efek suara mereka di lagu ini nggak pas aja. Well, menurut gue sih kurang enjoy aja nih lagu. 8. Ratu Lebah Lagu yang juga udah populer, kalian udah tau kayak gimana lagunya. Dan buat gue, hem anak muda sekali, tapi nggak terlalu menarik buat gue. Mungkin faktor udah terlalu sering denger juga kali ya. 9. P.S.K (Pergi Sajalah Kasih) Perpaduan musiknya enak banget. Dan gue suka banget suara Rai dilagu ini, menenangkan gitu kesannya. 10 Piano ft. Andi Rianto Ini dia lagu paling favorit gue di album kedua Ran. Kenapa? pertama piano-nya mas Andi Rianto mengalun dengan indah dan sangat membantu untuk membangun suasana. Kedua suara Rai dan Nino soft, calm dan enak banget buat didengerin. Ketiga, I just like it! TOP 5 Maltal: 1. Piano 2. T.G.I Friday 3. Jadi Gila 4. P.S.K 5. Bosan Overall buat gue album RAN yang kedua ini sih easy listening. Meskipun ada 2 lagu yang udah sering kita denger, tapi 8 lagu baru yang disuguhkan juga memebrikan nuansa yang berbeda di setiap lagunya. Dan gue merekomendasikan kalian buat beli album ini, apalagi kalo kalian nge-fans banget sama RAN. So, dapatkan CD dan Kasetnya di toko musik terdekat! Maltal cabut! curhatan maltal berakhir disini the bollywood-ers!
![]() Selain Mohabbatein gue juga suka sama beberapa film India lainnya yang suka nongol di Indosiar-TPI-SCTV (seinget gue cuma 3 stasiun TV ini yang sering nayangin film India). Misalnya aja Koch-Koch Hotta Hai, kayaknya kalo yang ini banyak deh yang suka, karena ceritanya bagus dan lagunya juga oke-oke. Trus duah gitu ada lagi Hum Saath-Saath Hain, kalo yang ini di Indonesia nggak gitu populer, soalnya cuma pernah nongol satu atau dua kali, dan itu juga nggak terlalu heboh. Tapi film ini ceritanya okeh dan gue suka. Ada lagi Kal Ho Na Ho yang ceritanya bikin miris. Wah, pokoknya masih banyak deh film India lainnya yang gue suka. Sebenarnya kalo ditanya kenapa gue suka sama film India gue juga bingung. Tapi entah kenapa gue suka aja nontonnya. Liat mereka nari-nari, trus nggak jarang karena sedih gue juga ikutan nangis pas nonton. Pokoknya oke punya dah film India. Ya meskipun rata-rata film India yang nongol di TV Indonesia isinya Sarukh Khan semua, tapi tetep aja nggak ngebosenin, soalnya Sarukh Khan perannya juga bervariasi banget. Jadi nontonnya juga sedep dah. Pokoknya film India top-lah, asyik buat ditonton pas lagi senggang. Coba deh sekali-sekali nonton, siapa tau ketagihan. hahahahaha :) curhatan maltal berakhir disini |
intro ![]() Owner: Maria Tarisa Soeganda (Maltal) Job: Pelajar SMA Santa Ursula (XII IPS 2-22) clocky statistic say something dearest friend Jane Fei Christie Jane_JR Siszy Mint Wafa Holy Yudith Karin Pak Agus Koro Kak Yurika Kak Finka Sitta Karina Nyo-Nyo Becca Aash Kei Bekha Imce Dono Esi Rosa Tere Michelle Abeth Tika Melita Manda office Sujunesia i'm also here Facebook Twitter please don't stop the music credits Layout : komie Host : Blogger |
MARIATARISA.BLOGSPOT.COM and still waiting. |